Terkait Larangan Bongkar Muat Batubara, Pelindo II Cabang Cirebon Ancam Batalkan Pengembangan Pelabuhan Cirebon

0
179
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Cirebon, Rabu (3/12/2014). Terhitung mulai hari ini, Pelabuhan Cirebon disterilisasi dari orang yang tak berkepentingan, kendaraan, dan barang tanpa dokumen resmi. (tribunnews.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pelabuhan Cirebon yang terletak di Jawa Barat terancam gagal untuk dikembangkan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Cabang Cirebon menyusul adanya penyetopan kegiatan bongkar muat batubara oleh kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Cirebon. Ditambah lagi dengan adanya penolakan DPRD setempat adanya kegiatan bongkar batubara.

“Kalau batu bara dilarang dibongkar, sama halnya dengan menggagalkan adanya pengembangan pelabuhan Cirebon,” tutur Asisten General Manajer Pengendalian Kinerja dan PFSO PT Pelindo II Cabang Cirebon, Iman Wahyu di Cirebon.

Menurutnya jika tidak ada batu bara, ya tidak ada pengembangan Pelabuhan, apalagi DPRD Cirebon malah menyuruh pihaknya tidak usah masukin bongkar muat batu bara di RIP. “Inikan bisnis kami, ya ngapain kita ngembangin pelabuhan ini kalau dilarang,” tegasnya kembali, seperti dilansir poskotanews.com.

Adanya penutupan aktivitas bongkar muat batu bara oleh KSOP Cirebon serta desakan dari DPRD Kota Cirebon yang menginginkan agar tidak dimasukan terminal aktivitas bongkar muat batubara dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) pelabuhan bisa membuat pengembangan Pelabuhan Cirebon dibatalkan oleh Pelindo II Cirebon.

Dikatakannya, Pelabuhan Cirebon merupakan pelabuhan umum yang artinya segala kegiatan apapun, baik itu bongkar muat kayu atau batu bara bisa dilakukan. “Janganlah berfikir tak searah hanya demi kepentingannya sendiri,” tuturnya. “Kalau ada pengembangan pelabuhan tentu akan mempunyai efek besar bagi kemajuan ekenomi daerah dan menyerap tenaga kerja di daerah.”

Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Cirebon, Rivolindo mengatakan terhitung mulai Sabtu (26/3) pukul 00.00 WIB aktifitas bongkar muat batubara dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Aktifitas bongkar muat batubara di pelabuhan Cirebon dihentikan berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang diterimanya pada 11 Maret 2016.

Dalam surat bernomor PP. 001/1/16/DJPL-16 itu, Pelindo II Cirebon pun diminta memenuhi persyaratan perizinan lingkungan yang diminta oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) selambat-lambatnya 14 hari sampai dengan PT Pelindo II Cabang Cirebon memenuhi persyaratan perizinan lingkungan hidup.

Saat ini ada tujuh sisa tongkang bermuatan batubara diantaranya tiga tongkang yang bersandar di dermaga Muara Jati I dan empat tongkang posisi jauh dari dermaga.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY