Terkait Pembatasan Kapal Masuk, Importir Hentikan

0
382
Pelabuhan Internasional Samudera Pase, Krueng Geukuh, Aceh Utara (portalsatu.com)

Lhoksumawe – (suaracargo.com)

Sejak Agustus 2016 para importir dilaporkan telah menghentikan impor barang dari Port Klang, Malaysia ke Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Para importir tersebut mengaku, mereka mengalami kerugian akibat kebijakan Bea Cukai yang hanya membolehkan dua kapal masuk dalam satu bulan. Sementara, pihak bea cukai menyatakan tidak ada pembatasan kapal masuk.

banner-csm-atas

Deliansyah, seorang importir, kepada Serambi, Senin (22/8) mengatakan, dulu tidak ada pembatasan masuk untuk kapal-kapal pembawa barang impor. Bahkan, pernah dalam satu bulan, ada delapan kapal yang masuk. “Tapi sejak Mei 2016, mulai dibatasi. Satu bulan hanya bisa memasukan dua kapal saja,” katanya.

Awalnya, kata Deliansyah, para importir tetap menjalankan bisnisnya. Namun, pada akhir Juli, setelah melakukan kajian, pihaknya menghentikan sementara proses impor karena hanya dua kapal yang boleh masuk. “Kalau kami ingin masukkan lebih dari dua kapal, kami yang rugi karena nanti tidak ada pihak yang melakukan pemeriksaan terhadap barang,” ujarnya.

Ia menyatakan, para importir baru akan kembali mengimpor barang jika sudah ada kepastian tidak ada lagi batasan kapal yang masuk perbulan. Ia mengharapkan agar pihak terkait mempertimbangkan kembali kebijakan itu. Menurutnya, jika tak segera diatasi, bukan tidak mungkin aktifitas impor di Pelabuhan Samudera Pase nantinya akan berhenti total.

Sementara itu, anggota DPRK Aceh Utara, Fauzan Hamzah menilai, sejak awal seperti ada upaya pihak-pihak tertentu agar Pelabuhan Samudera Pase tidak maju seperti pelabuhan lainnya. Para pelaku ekspor-impor di Pelabuhan Krueng Geukueh seperti dibuat jenuh dengan berbagai cara, sehingga akhirnya menghentikan aktifitas impor dari pelabuhan tersebut.

“Seharusnya semua pihak mendukung para importir bisa memasok barang sebanyak mungkin, asalkan sesuai aturan. Jadi kita harapkan persoalan ini segera diselesaikan, agar para importir aman dan nyaman memasok barang via Krueng Geukuh. Jangan malah dipersulit,” pungkasnya, seperti dilansir Serambi Indonesia.

Kepala Bea Cukai Lhokseumawe, Asep Munandar, yang dihubungi Serambi melalui telepon mengatakan tidak ada pembatasan sama sekali dari pihak Bea Cukai terhadap kapal yang membawa barang impor ke Pelabuhan Samudera Pase. Namun saat ditanya kenapa importir menghentikan proses impor di pelabuhan itu, ia mengaku tidak tahu persis. “Karena saya juga baru di sini,” demikian Asep.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here