Terminal Batuampar Kini Mampu Tampung 1000 Container

0
409
Sebuah truk tanpa muatan melintas di Terminal Kontainer Internasional (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/5). FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/nz/10
Sebuah truk tanpa muatan melintas di Terminal Kontainer Internasional (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (1/5). FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma/nz/10

Batam – (suaracargo.com)

Pelabuhan Batuampar Batam sudah dioperasikan dengan kapasitas tampung sampai dengan 1.000 kontainer. Bahkan, kapal mother vessel (MV) tujuan Jakarta, Surabaya, dan Pekanbaru lima hari sekali singgah di pelabuhan Batuampar.

“Sudah satu bulan ini beroperasi. Saya yang menghadiri peresmian beroperasinya pelabuhan Batuampar yang bisa disinggahi MV ini, merasa bangga. Pelabuhan Batuampar Batam akan menjadi pelabuhan petikemas,” ujar Deputi V Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan Kawasan (BP) Batam, Fitrah Kamaruddin di sela-sela acara coffee morning dengan Kadin Batam di Graha Kadin Batam, Jumat (25/5).

Dalam coffee morning tersebut, Fitrah didampingi Direktur Lalulintas Barang BP Batam, Tri Novianto Putra. Coffee morning itu sendiri dipimpin Ketua Kadin Kepri Jadi Rajagukguk dan anggotanya James Maryanus Simaremare, M Effendi Ibrahim, Abdul Razak, Yusmen Liu, Rusmini Simorangkir, dan Djohar Arief.

Kadin sebagai organisasi pengusaha berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kadin, harus berdagang dan tempat konsultasi pengusaha dan pemerintah, untuk memajukan pembangunan ekonomi Batam. Sedangkan BP Batam, kata Fitrah, juga berdagang dan menarik investor menanamkan modalnya di Batam.

“Saya buka wacana berpikir anggota Kadin sekarang, kenapa harga makanan di Batam lebih mahal dari Malaysia untuk restoran kelas 1. Ini karena daging dan ikan bukan orang Batam sendiri yang kelola. Cobalah ada kuota pemasukan daging ke Batam, Kadin yang pegang dan dijalankan benar-benar. Saya yakin harga konsumsi di Batam murah,” ujar Fitrah, seperti dilansir jppn.com

Pengoperasian pelabuhan Batuampar, menurut Fitrah, akan membuka peluang besar bagi anggota Kadin mensuplai kebutuhan bagi perusahaan-perusahaan besar di Batam. “Ada perusahaan besar di Kabil, masa untuk kebutuhan kotak saja dipenuhi dari Singapura. Setelah dibuka pelabuhan kontainer Batuampar, anggota Kadin harus memanfaatkan ini,” ujar Fitrah.

Soal kemudahan perizinan ini, diakui M Effendi Ibrahim. Perusahaan yang dipimpin Effendi, yang bergerak dalam bidang ekpor impor, pernah mengimpor biji mineral dari Australia. Karena barang tersebut tak memenuhi syarat, akhirnya Effendi menolak barang tersebut dan diekspor ke Singapura.

“Waktu itu dari sebuah instansi di pelabuhan tak memberikan izin untuk reekspor, karena dicurigai biji mineral tersebut dari dalam negeri. Setelah mengadu ke BP Batam, ditandatangani oleh pak Fitrah langsung bisa dikirim. Memang izin di BP Batam cepat, saya sendiri yang mengalaminya,” ujar Effendi.

Terkait beroperasinya pelabuhan kontainer Batuampar, kata Effendi, akan membuka peluang besar bagi kegiatan ekspor-impor barang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here