Terminal Peti Kemas Standar Internasional Akan Dibangun di Pelabuhan Batu Ampar, Batam

0
410
ilustrasi pelabuhan (batamtoday.com)
ilustrasi pelabuhan (batamtoday.com)

Medan – (suaracargo.com)

Pelabuhan Batu Ampar Batam akan memiliki terminal petikemas yang berstandar internasional untuk mendukung kegiatan berbagai industri yang cukup besar di daerah tersebut. “Demikian juga untuk kawasan Pelintung Dumai yang sangat potensial terhadap pelayanan petikemas yang terus semakin meningkat,” kata Humas Pelindo I, M Eriansyah di Medan, Minggu (8/2/2015), sebagaimana dilansir metrotvnews.com.

Jumat (6/2/2015) lalu di Jakarta telah dilakukan penandatanganan MoU atau nota kesepahaman Direktur Utama Pelindo I, Bambang Eka Cahyana dengan Bintang Perbowo, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero). Kerja sama tersebut akan dilaksanakan dalam rangka Pembangunan dan Pengelolaan Terminal Petikemas di Pelabuhan Batu Ampar Batam dan di Pelintung Dumai.

Menurut Eriansyah, kerja sama bisnis ini dilatarbelakangi keinginan untuk merealisasikan potensi bisnis penyediaan jasa terminal petikemas yang berstandar internasional dengan dukungan captive market di Batam. Batam sendiri memiliki posisi geografis yang strategis karena pulau itu terletak di jalur main trade pelayaran tersibuk di dunia. “Industri-industri yang ada di Batam merupakan captive market dengan trafik petikemas yang semakin meningkat merupakan potensi bisnis yang menarik untuk digarap secara serius,” ujar juru bicara PT Pelindo I.

Dia juga menyebutkan, kerja sama ini merupakan wujud kerja sama dan sinergitas antar BUMN. Secara terintegrasi, BUMN-BUMN tersebut akan melakukan suatu pembangunan ekonomi baik berupa infrastruktur, manufaktur maupun kawasan industri. Selain itu, kerja sama tersebut merupakan sinergi BUMN untuk mendukung dan mengimplementasikan program-program pemerintah. Salah satu program yang didukung adalah program tol laut yang bertujuan untuk menyederhanakan dan mengefisienkan pelayanan logistik yang terintegrasi, mudah, murah, serta cepat. “Memperkuat konektivitas nasional yang dapat menghasilkan peningkatan daya saing nasional,” tukas Eriansyah.

Pelindo I berkantor pusat di Medan dan memiliki wilayah operasi di empat provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan. BUMN tersebut mengelola 14 cabang pelabuhan, 11 kawasan pelabuhan/perwakilan. Kemudian mengelola empat unit usaha yaitu, BICT (Belawan International Container Terminal), UGK (Unit Usaha Galangan Kapal), RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan Medan) dan Terminal Petikemas Domestik Belawan (TPKDB) serta empat Anak Perusahaan.

Pelayanan Pelindo I meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya. Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia. Pelindo I mempunyai pintu utama ekspor CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui pelabuhan Belawan dan Dumai.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here