Terminal Teluk Lamong akan Dilengkapi Layanan Transportasi Berbasis Kereta Api

0
234
ilustrasi kereta barang (detik.com)

Surabaya – (suaracargo.com)

Terminal Teluk Lamong yang terletak di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akan dilengkapi angkutan dan layanan peti kemas berbasis kereta. Rencana penyediaan layanan kereta pelabuhan tertuang dalam penandatanganan nota kesepahamanan (MoU) antara Terminal Teluk Lamong (TTL) yakni anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dengan PT Krakatau Bandar Samudra (PT KBS) yakni anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama TTL, Prasetyadi dan Direktur Utama PT KBS, Tonno Sapoetro. Prasetyadi menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk memangkas ongkos angkut barang dari atau ke pelabuhan.

“Kerja sama ini wujud dari Sinergi BUMN untuk negeri, agar cost logistic negeri ini menjadi lebih efisien,” ujar Prasetyadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/4/2016).

Proses pendistribusian barang melalui pelabuhan dengan koneksi jalur kereta tersebut, ke depannya diharapkan dapat mendorong percepatan arus logistik di Indonesia, serta mampu mengurangi volume kepadatan di jalan raya.

“Inovasi yang dilakukan Pelindo III, melalui anak usahanya Terminal Teluk Lamong, guna mengurangi biaya logistik nasional akan berdampak positif untuk mendongkrak perekonomian bangsa,” tambah Prasetyadi, seperti dilansir detik.com.

Kehadiran kereta pelabuhan membuat waktu tempuh dan kepastian waktu pengiriman peti kemas menjadi lebih baik daripada angkutan truk. Apabila barang dikirim menggunakan truk dari Jakarta ke Surabaya, waktu yang dibutuhkan mencapai 48 jam per boks peti kemas. Namun, Jika menggunakan kereta, pengiriman hanya membutuhkan waktu kurang dari 18 jam. Selain itu, kereta dapat menampung hingga 60 boks peti kemas dalam satu rangkaian untuk sekali jalan.

“Layanan angkutan kereta api yang akan dibuka oleh TTL ditujukan pada jalur double track dengan potensi perjalanan 15 trip per hari dan berkapasitas peti kemas lebih dari 500 TEUs (twenty foot equivalent units),” sebutnya.

Pelindo III juga bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kereta Api Logistik (KALOG), serta beberapa pelabuhan besar di Indonesia lainnya. TTL diharapkan menjadi pemicu interkoneksi transportasi logistik dan pintu gerbang perekonomian untuk Jawa Timur serta Kawasan Timur Indonesia.

Sementara itu, Tonno menambahkan bahwa kerja sama yang terjalin tidak hanya untuk jangka pendek dan bermanfaat secara bisnis di antara keduanya, tetapi lebih pada tujuan besar yakni untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

“Kita bersepaham untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik, melalui perbaikan tata kelola logistik,” tambah Tonno.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY