Terminal Terpadu Sigli Jadi Tempat Bongkar Muat Barang

0
961
Buruh bongkar barang dalam truk di Terminal Terpadu Kota Sigli, Pidie, Kamis (5/3). Kini terminal tersebut beralih fungsii menjadi terminal mobar. SERAMBI/M NAZAR
Buruh bongkar barang dalam truk di Terminal Terpadu Kota Sigli, Pidie, Kamis (5/3). Kini terminal tersebut beralih fungsii menjadi terminal mobar. SERAMBI/M NAZAR

Sigli – (suaracargo.com)

Terminal Terpadu Sigli yang dibangun tahun 2006 dengan anggaran APBK Rp 1,4 miliar, kini beralih fungsi menjadi terminal mobil barang (mobar). Pemkab Pidie memberikan izin dijadikan bongkar barang, menyusul terminal mobar yang letaknya bersisian dengan terminal terpadu belum difun gsikan.

Sebagaimana dipantau oleh serambi, Sabtu (06/03/2015) kemarin, kondisi Terminal Terpadu Sigli masih tidak terurus. Sebagian pintu toko di terminal itu masih dibiarkan rusak. Beberapa bus penumpang parkir di terminal itu. Tidak jauh dari lokasi bus tersebut, dDari jarak sekitar 30 meter,tampak aktivitas buruh melansir barang dari truk berbadan besar ke truk jenis colt roda empat dan roda enam.

Sementara itu, terminal mobar yang letaknya satu pagar dengan Terminal Terpadu Sigli, hingga kini masih telantar. Sangat disayangkan, fasilitas yang ada di sana seperti sebuah mushalla, kantor dan MCK yang telah selesai dibangun kini juga ikut terbengkalai dan tidak terawat.

Bukan hanya itu, kompleks terminal terpadu itu juga telah ditumbuhi ilalang dan tumbuhan liar lainnya. Seorang sopir truk kepada Serambi menyatakan rasa prihatinnya terhadap beberapa bangunan di di terminal itu yang kini terbengkalai. Katanya, jika pemerintah tak melanjutkan pembangunan terminal terpadu secara maksimal dan termina mobar, maka bangunan-bangunan yang telah ada akan rusak karena tidak terawat.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pidie, M Adam kepada Serambi Sabtu (7/3) mengatakan, truk diizinkan membongkar barang di Terminal Terpadu Sigli, seiring terminal mobar belum difungsikan.
Selama ini, kata mantan Camat Bate itu, buruh truk kerap melakukan aktivitas bongkar barang di jalan dalam kawasan Sigli, sehingga sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan karena jalan menjadi sempit.

“Makanya berdasarkan musyawarah kami dengan buruh, kami mengizinkan buruh truk membongkar barang di Terminal Terpadu Sigli sampai terminal mobar difungsikan,” katanya. Ditanya kapan terminal mobar difungsikan, kata Adam, dirinya belum mengetahuinya karena proyek terminal mobar masih di bawah penanganan Pemerintah Aceh. “Saya tidak mengetahui apakah tahun ini adanya lanjutan pembangunan terminal mobar itu,” katanya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here