Tertabrak Kapal Motor Caraka, Pelabuhan Retak

0
212
ilustrasi pelabuhan (republika.co.id)

Anambas – (suaracargo.com)

Kapal Tol Laut, KM Caraka Jaya Niaga III-4 berbobot 3.000 GT menabrak pelabuhan Dinas Kelautan Perikanan hingga kondisi pelabuhan yang baru diresmikan 2015 menjadi retak-retak. Kejadian naas tersebut berlangsung pada hari Selasa kemarin.

Tabarakan tersebut sontak mengundang kerumunan masyarakat yang kebingungan. Mereka ingin tahu kenapa sampai kapal tersebut bisa hilang kendali. Namun hingga kini, media belum bisa mengkonfirmasi pihak tol laut, karena usai ditolong kapal milik warga Kapal Tol laut terus melanjutkan perjalanan ke Natuna.

Untunglah pada kejadian tersebut tidak ada satupun kapal milik masyarakat yang bertambat di Pelabuhan DKP. Sehingga, tidak ada korban ataupun kerusakan lain selain pelabuhan yang retak-retak dan pecah.

Jon, saksi mata yang melihat kejadian tersebut mengatakan, ketika kapal tol laut Jokowi bertolak dari pelabuhan Tarempa setelah selesai membongkar barang akan menuju Natuna, sekitar Pukul 14.00. WIB, kapal tersebut tidak dapat memutar dengan baik sehingga ketika dorongan angin menyebabkan bagian bagian belakang kapal menabrak Pelabuhan DKP.

Untunglah saat kejadian ungkap Jon, ada kapal angkut milik masyarakat yakni KM Tenang Jaya yang berlabuh di tengah sehingga pas kejadian dengan sigap langsung membantu dan menarik Tol Laut ke tengah laut.

“Kejadian seperti ini merupakan kejadian ke dua, sebelumnya KM Bukit Raya juga mengalami kejadian yang sama pada tahun 2011 silam dan hampir menabrak rumah milik masyarakat,” jelasnya, dikutip dari Haluan Kepri, Kamis (18/2/2016).

Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan, Yunizar yang datang langsung ke lokasi mengatakan, kerusakan hanya pada tambatan perahu yang terlihat retak dan ada beberapa bagian yang pecah. Menurut dia, Pelabuhan DKP itu sendiri hanya bisa berlabuh kapal dengan bobot 200 GT.

Begitupula ketika disinggung apakah pihaknya akan menuntut ganti rugi pria yang pernah menjabat sebagai Kabag Keungan Pemkab Anambas itu tidak berkomentar apa-apa dan hanya tersenyum.

Abo, warga masyarakat setempat mengatakan, sebaiknya ke depan di Anambas perlu adanya kapal tunda agar dapat memandu kapal-kapal besar yang masuk ke Anambas sehingga kejadian ini tidak terulang kembali. “Kita harus punya kapal pemandu kalau tidak berbahaya,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY