Tiga Pelabuhan Peti Kemas Kaltim Akan Terus Dikembangkan

0
230

 

ilustrasi pelabuhan (tps.co.id)
ilustrasi pelabuhan (tps.co.id)

Samarinda – (suaracargo.com)

Provinsi Kalimantan Timur memiliki tiga pelabuhan peti kemas, yakni Pelabuhan Kariangau di Balikpapan, Pelabuhan Palaran di Samarinda, dan Pelabuhan Internasional Maloy di Kutai Timur. Ketiga pelabuhan tersebut hingga kini masih terus dikembangkan.

“Untuk pelabuhan Kariangau dan Palaran sudah difungsikan optimal dengan aktivitas bongkar muat padat, sedangkan Pelabuhan Maloy belum berfungsi semua karena masih terus dilakukan pengembangan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim Zairin Zain di Surabaya, Kamis (16/4), sebagaimana dilansir republika.co.id.

Penjelasan keberadaan tiga pelabuhan peti kemas di Kaltim tersebut dikatakan oleh Zairin saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat perhubungan di aula Gramedia Surabaya. Sejumlah ipejabat Jatim yang hadir dalam pertemuan itu antara lain Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi Jatim Wahid Wahyudi, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad, dan sejumlah tamu undangan.

Zairin sendiri berada di Surabaya dalam rangka melakukan studi banding sistem transportasi di sejumlah titik di Jawa Timur, antara lain di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor di Tandes, Jawa Timur.

Menurut Zairin, posisi Pelabuhan Peti Kemas Karingau berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, sehingga menjadi persinggahan arus lalu lintas pelayaran nasional dan internasional yang pada beberapa dekade terakhir kian padat. Terminal peti kemas tersebut mulai dibangun pada 2008 atas kerjasama Pemerintah RI – Pemprov Kaltim, dan PT Pelindo IV dengan total anggaran Rp 730 miliar. Kemudian, pelabuhan dan terminal peti kemas Palaran dibangun di bantaran Sungai Mahakam. Terminal ini merupakan terminal pertama di Indonesia yang dibangun di tepi sungai, karena pada umumnya terminal peti kemas dibangun di tepi laut.

Pelabuhan Palaran berjarak sekitar 25 km dari Kota Samarinda, ibu-kota Provinsi Kalimantan Timur. Pembangunan terminal ini atas kerja sama tiga pihak, yakni Pemkot Samarinda, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), dan investor PT Samudera Indonesia.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY