Tim Gabungan Bareskrim Polri Kaltim Lakukan OTT di Pelabuhan Palaran Samarinda

0
512
Penggeledahan di kantor TKBM Komura dipimpin Kombes Hengki Heryadi dan Kombes Adi Deryan Jayamarta, Jumat (17/3/2017). (dwi)

Samarinda – (suaracargo.com)

Tim penyidik Bareskrim Mabes Polri dan Satgasus Polri serta Polda Kalimantan Timur melakukan operasi tangkap tangan terhadap dugaan tindak pidana pemerasan, korupsi, pencucian uang dan premanisme, Jumat (17/3/2017). Akibat tindak pidana tersebut, biaya bongkar muat di Pelabuhan Palaran Samarinda saat ini sangat tinggi bila dibandingkan dengan pelabuhan lain di Indonesia.

Saat ini penggeledahan sedang dilakukan oleh tim Direktorat Tindak pidana khusus Bareskrim Polri dipimpin Kombes Pol Henki Haryadi dan Kombes Pol Adi Deryan Jayamarta di empat titik antara lain dengan sasaran kantor TKBM Komura, PT. PSP dengan dugaan adanya pungutan liar ilegal, Lembaga Swadaya Masyarakat PDIB

Di dua tempat tersebut diketahui adanya tindak Pidana pemerasan dan tindak Pidana pencucian uang yang di duga dilakukan oleh pengurus Koperasi TKBM Komura yang megakibatkan Cost Logistik yang tinggi. Modus yang dilakukan antara lain dengan menetapkan tarif bongkar nuat peti kemas secara sepihak (No service but pay), yang membebani pemilik barang.

Kombes Hengki menyebutkan, penegakan Hukum oleh Bareskrim , Satgasus merupakan hasil dari investigasi tim yang selama satu bulan mengusut penyebab tingginya cost/biaya bongkar muat peti kemas di pelabuham Paleran,” papar satu petugas.

Kemudian ditemukan fakta-fakta pemungutan secara sistematis yang dilakukan oleh para pelaku yang saat ini sedang dilakukan penindakan dan dalam pemeriksaan penyidik. Berdasarkan analisa terhadap dokumen dan pemeriksaan pemilik barang, diketahui bahwa terdapat tambahan biaya yang dibebankan kepada pemilik barang diluar dari aturan yang telah di tetapkan.

Sementara itu, menurut Kombes Adi Deryan, tingginya biaya logistik di Pelabuban Samarinda dikarenakan adanya dua hal. Pertama, adanya pungutan liar sebelum pintu masuk pelabuhan yang dilakukan oleh perorangan, selain itu juga terdapat biaya tambahan yang dibebankan kepada pemilik barang tanpa dasar hukum/aturan oleh oknum TKBM. Sedangkan tindakan serupa juga terjadi di lokasi yang lain yaitu Muara Berau dan Pelabuhan Samarinda.

Tim Bareskrim juga menyisir lokasi akses masuk pelabuhan Palaran yang diduga terjadi tindak pidana pemerasan/Pungli terhadap truk container oleh LSM PDIB yang telah berlangsung lama dan berulang kali mendapatkan keluhan dari masyarakat.

Modus operandinya adalah, oknum LSM PDIB ini memungut restribusi tanpa hak selama bertahun tahun, di mulai tahun 2016 dengan berpegang pada SK Walikota yang di duga melanggar ketentuan. “Penindakan ini dilakukan agar semua pihak mematuhi aturan yang berlaku pada mekanisme,” ujar Adi Deryan Jayamarta.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here