Tim Teknis Integrasi Tol dan Pelabuhan Bakauheni Dibentuk

0
222
Antrian kendaraan di pelabuhan Bakauheni. (sumber: Antara) / okezone.com
Antrian kendaraan di pelabuhan Bakauheni. (sumber: Antara) / okezone.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Kementerian BUMN dan Kemenpupera bakal membentuk tim teknis untuk pengembangan pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang terintegrasi dengan jalan tol Bakauheni-Palembang.

“Tim teknis akan melibatkan PT ASDP Indonesia Ferry, PT Hutama Karya, dan PT Jasa Marga,” kata Menpupera Basuki Hadimuldjono, usai bertemu dengan Menteri BUMN Rini M Soemarno di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (1/12), sebagaimana dilansir beritasatu.com.

Menurut Basuki, pengembangan pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni itu sejalan dengan penundaan pembangunan Jembatan Selat Sunda. ami harus lebih baik melayani penyeberangan dengan memperbanyak dermaga di Merak maupun Bakauheni, agar pelayanan dapat lebih baik lagi,” ujarnya.

Tim teknis ini bertugas untuk memastikan sinergi ASDP dan kesiapan Hutama Karya dan Jasa Marga. Sesuai dengan Perpres, Hutama Karya yang ditugasi membangun jalan tol dapat bekerja sama dengan Jasa Marga. Pelabuhan penyeberangan tersebut nantinya terkoneksi dengan jalan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Palembang sepanjang 500 kilometer. “Tol Bakauheni-Palembang konstruksinya mulai 2017-2018,” ujar Basuki.

Pembangunan jalan tol Trans Sumatera sepanjang 500 km dalam waktu lima tahun meliputi tol Bakauheni-Babatan, Babatan-Tegineneng, Tegineneng-Terbangi Besar, Terbagi Besar-Pematang Panggang, Pematang-Indralaya, dan Indralaya-Palembang.

Terkait pendanaan, akan memakai bantuan APBN atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP). Adapun total investasi untuk keenam ruas tol tersebut mencapai sekitar Rp 45 triliun, dengan target penyelesaian 2019.

 

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY