Tingkatkan Efisiensi, Pemda DKI Bangun Pusat Petikemas Baru

0
205
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok terlihat dari ketinggian, Jakarta, Kamis (21/2). TEMPO/Tony Hartawan
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok terlihat dari ketinggian, Jakarta, Kamis (21/2). TEMPO/Tony Hartawan

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan PT Pelindo II dan swasta akan membangun pusat petikemas baru di utara Jakarta. Pusat petikemas itu dibangun agar arus logistik di Jakarta kian efisien dan kemacetan bisa dikurangi.

“Kita mau kerja sama bangun di pulau yang baru, bangun logistik baru, langsung dari Karawang yang terintegrasi. Kalau sekarang untuk tempat, peruntukan peti kemas masih di sembarangan tempat. Nah kalau kami larang, kasian juga. Logistik mau ditaruh di mana,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (11/5).

Kondisi pelabuhan peti kemas sekarang, lanjut Ahok sudah merusak tatanan kota karena posisi pelabuhan yang kurang efektif hanya membangkitkan kemacetan kota. Terlebih, tempat penyimpanan kontainer-kontainer itu berada di sembarang tempat sehingga mengganggu keindahan Kota Jakarta. “Termasuk peruntukan tempat menyimpan kontainer itu ada di mana-mana, jadi enggak sesuai. Akhirnya kacau tuh. Kita kalau ngelarang juga mengganggu cost logistiknya juga. Dia enggak manfaatin truk yang ada di situ untuk kirim,” kata Ahok seperti dilansir koran-jakarta.com.

Untuk itu, Ahok pun berencana menggandeng PT Pelindo II atau anak perusahaannya, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk membangun pelabuhan itu. ”Selain ada Pelindo II, kita mau kerja sama PT Jakpro, anak perusahaan Pelindo II, itu dengan kereta api kita libatkan, kita join untuk bangun logistik dan pelabuhan. Jadi baru bisa jalan. Kita mau sahamnya dikasih ke Pelindo II, kasih BUMN, kami juga kasih ke Jakpro. Jadi kawasan industri seperti di KBN (Kawasan Berikat Nusantara), termasuk PTJakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), kami juga lagi pikir, PT JIEP sama KBN ini digabungkan bersama,” ucapnya.

Dengan demikian, kata Ahok, Pemprov DKI punya andil dalam membenahi pusat logistik di Indonesia. Dia pun bisa mengawasi industri-industri atau perusahaan yang menyalahi aturan peruntukan logistik itu.”Jadi baru kami kuasai logistik di perusahaan industri dan pelabuhan, baru ini bisa jadi kuat, dan bisa neken.Kita mau kerjain kalo tahun ini cepet, kita mau kerjain. termasuk penyerahan aset, tahun ini juga kita mau kerjain,” katanya.

Tidak Efisien

Direktur Utama PT Pelindo II, R.J. Lino mengaku, hampir 90 persen kontainer kosong berada di wilayah Cakung dan Marunda. Apabila ada perusahan yang membutuhkan kontainer, perusahaan itu harus mengirimkan truknya terlebih dahulu ke sana meskipun jauh. Pemprov DKI diminta membuat lokasi khusus kontainer yang dekat dengan kawasan Industri. “Kalau orang di Cikampek, mau minta kontainer, dia kirim truk dulu ke situ. Mestinya lokasi ini dibikin dekat kawasan industri, sehingga gerakan truk ini bisa dikurangi. ini lho, maximizing traffic management system,” katanya.

Menurut Lino, carut marut sistem logistik di Jakarta adalah karena perencanaan tata kota waktu dulu tidak memperhatikan perkembangan zaman secara detail. Keberadaan pelabuhan peti kemas yang hanya ada di Tanjung Priok cukup jauh dari pusat-pusat industri. “Truk itu 50 persen kosong. karena apa? katakan truk yang dari Bekasi, datang ke Priok, itu pulangnya kosong.Nah, sekarang lagi bikin truck booking system, organda sudah kita ajak, sehingga bus itu bisa bikin transaksi semua, sehingga kita harapkan pulangnya bisa diisi,” paparnya.

Bahkan, PT Pelindo pun akan meminta PT Kereta Api untuk ikut mengangkut barang-barang logistik setiap hari. Saat ini, kata Lino, logistik yang bisa diangkut kereta api hanya sekitar 190 ribu, padahal volume logistik melalui pelindo bisa mencapai 6,5 juta.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY