Tinjau KA Logistik, Tiga Menteri Kunjungi Pelabuhan Tanjung Priok

0
580
Proses bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT) Jakarta (tribunnews.com / Hendra Gunawan)

Jakarta- (suaracargo.com)

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengunjungi kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (13/1). Kedatangan para menteri tersebut adalah untuk meninjau Kereta Api (KA) peti kemas dengan rute Gedebage Bandung – Tanjung Priok yang menjadi salah satu jalur logistik alternatif di tengah perbaikan jembatan Tol Cisomang di Tol Cipularang.

Mendag mengatakan, penggunaan KA peti kemas Gedebage-Tanjung Priok dapat menjadi alternatif transportasi karena jauh lebih efisien, tepat waktu, dan aman. “Penggunaan kereta peti kemas jalur ini kita optimalkan untuk membawa komoditas ekspor dan impor. Jalur ini juga akan meningkatkan kelancaran arus barang sehingga daya saing ekspor membaik,” ujar Enggar, ketika mengunjungi jalur KA dekat pintu gerbang JICT dan makam Mbah Priok, Jumat (13/1).

Menurut Mendag, tarif kereta jauh lebih murah, tepat waktu, kemanan barang terjamin, dan tidak terpengaruh kemacetan di jalan. “Bila sebelumnya jalur peti kemas hanya sampai Pasoso, kini bisa masuk ke kawasan pelabuhan bekerja sama dengan KAI dan anak usaha Pelindo II,” tambahnya, seperti dilansir beritasatu.com.

Saat ini pemerintah sedang mengembangkan pelabuhan darat (dry port) Gedebage dengan ketinggian 672 meter di sisi Timur kota Bandung. Pelabuhan ini memiliki dua lajur khusus untuk bongkar muat kontainer yang dilengkapi alat perawatan gerbong dengan kapasitas angkut 30-45 ton.

Adapun wilayah operasional dry pot Gedebage di antaranya Kota Bandung, Sumedang, Garut, dan Tasikmalaya dengan luas area 15.000 meter persegi, dan lapangan kontainer 9.800 meter persegi. Pelabuhan kering ini juga dilengkapi timbangan truk trailer, pengawasan Bea Cukai, bongkar muat kontainer, jalur kereta api, karantina kontainer, dan pengurusan dokumen perjalanan.

Penulis: Carlos Roy Fajarta/WBP
Editor : M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here