Tol Laut Akan Masuk APBNP 2015

1
555
ilustrasi peti kemas (tempo.co)
ilustrasi peti kemas (tempo.co)

Jakarta – (suaracargo.com)

Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo mulai merealisasikan konsep jaringan pelayaran perairan Indonesia atau yang diberi istilah tol laut. Menurut rencana, Mega proyek itu akan mulai dianggarkan dalam APBNP 2015.

Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menko Perekonomian Sofyan Djalil kemarin memberikan paparan tertutup di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai tol laut tersebut. “Saat ini konsepnya masih terus digodok,” ujar Indroyono, seperti dilansir jppn.com

Indroyono mengatakan bahwa tol laut merupakan akses pelayaran kapal penumpang dan logistik dari barat menuju ke timur Indonesia. Selama ini, akses pelayaran itu belum dioptimalkan. Tol laut memungkinkan kapal-kapal dengan muatan besar bisa leluasa melewati jalur pelayaran nusantara.

“Dalam pembangunannya, pemerintah akan menggunakan dana APBN dan pihak swasta,” ujar Indroyono. Namun, dia belum bisa memastikan berapa besar biaya akan diperlukan untuk mewujudkan proyek tersebut.

Dalam proyek tol laut ini, Kantor Menko Kemaritiman juga akan memberikan perhatian khusus terkait perizinan. Menurut dia, selama ini perizinan untuk membangun proyek di Indonesia selama ini masih panjang. “Perizinan itu membuat sejumlah investor enggan menanamkan uangnya pada sejumlah proyek infrastruktur di Indonesia. Karena pihak swasta merasa proses perizinanan yang terlalu panjang,” jelasnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, anggaran pembangunan tol laut akan masuk di dalam RAPBNP 2015. Selain itu, dia juga mengharapkan keikutsertaan BUMN seperti Pelindo dalam membantu mewujudkan proyek tol laut. Sebab, jika hanya mengandalkan uang negara, proyek itu tidak akan bisa dibangun karena biayanya cukup besar.

Meskipun belum memiliki anggaran, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan sarana pendukung proyek itu. Yang paling utama adalah pembangunan pelabuhan. Pada tahap awal, ada lima pelabuhan besar yang akan dibangun. Yakni Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya, juga pelabuhan di Makassar dan Papua. “Lima pelabuhan itu akan kami bangun,” ujarnya.

Kelima pelabuhan besar itu akan dilengkapi dengan tambahan mesin crane. Selain itu pelabuhan akan dilengkapi fasilitas teknologi informasi sehingga semua pelayanan berbasis komputer. Selain pelabuhan, persiapan yang lain yang harus dilakukan adalah mempersiapkan ketersediaan kapal. Sofyan optimistis, jika konsep tol laut berjalan, perusahaan – perusahaan galangan kapal akan merespons dengan membuat dalam jumlah besar. Saat ini ketersediaan kapal laut masih kurang.

Lebih lanjut, Sofyan meyakinkan bahwa tol Laut adalah jawaban atas permasalahan transportasi di Indonesia. Selain memindahkan kemacetan, tol laut juga akan memeratakan ekonomi karena dua per tiga total luas Indonesia merupakan daerah perairan. “Amerika negara kontinental sehingga dia membangun highway. Kita negara kepulauan. Cocoknya tol laut,” terangnya.

Sedangkan Menkeu Bambang P.S Brodjonegoro mengatakan, pekan ini pihaknya mulai membahas anggaran Kemenko Kemaritiman. “Setidaknya akan kita bahas anggaran untuk operasional dua bulan dulu lah,” ujar Bambang usai mengikuti pelantikan Ketua BPK di Gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta.

Menurut Bambang, perlu disiapkan anggaran untuk kementerian baru agar bisa menjalankan operasional. Setidaknya, hingga berakhirnya 2014. Nah, untuk anggaran permanen kementerian baru dan yang berubah, akan diajukan dalam RAPBNP.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here