Tol Laut, Jalur Ganda dan Jasa Trucking

0
245

Kementrian perhubungan pemerintahan Jokowi tampaknya sangat serius menangani permasalahan logistik di Indonesia. Tol laut dan Rel ganda menjadi pertaruhan. Indikasi ini semakin tampak jelas dengan ditunjuknya Ignatius Jonan sebabgai mentri perhubungan.

Sebagaimana diketahui bersama, Jonan dinilai sukses melakukan “revolusi di tubuh kereta api”. Stasiun stasiun kini bersih dan tertata rapi. Pedagang asongan tak tampak lagi. Pejabat KAI yang dulunya “terkesan bekerja asal asalan” kini mampu mentranspofmasikan diri menjadi “customer oriented”. Sedangkan penumpang berjubel disaat lebaran dan penumpang diatas gerbong saat jam kerja, kini tinggal sejarah.

Dalam forum terbatas, seringkali pelaku bisnis transportasi berseloroh, “tol laut dan rel ganda akan mematikan industri trucking.” Benarkah sinyalemen ini ?

Seorang staff ahli Bidang Logistic dan Multimoda dirjen Perhubungan, Sugihardjo, pernah membenarkan. Dia meneaskan bahwa salah satu maksud Tol Laut adalah menurunkan biaya logistic yang tinggi.

Biaya distribusi dan logistik indonesia selama ini dinilai sangat mahal dan tidak sehat. Data dari worldbank tahun 2014 menjelaskan bahwa Indonesia menempati posisi ke 53 dari 160 negara. Jauh dibawah Singapura yang menempati urutan ke 5 dan Malaysia (25).

Realitas inilah yang menjadi pijakan pemerintah untuk sesegera mungkin merealisasikan Tol Laut dan rel ganda. Sehingga biaya logistik di Indonesia bisa ditekan hingga batas wajar.

Beberapa pelaku usaha transportasi mensinyalir bahwa tol laut dan rel ganda akan menciutkan pasar bisnis truk. Khususnya pada jarak jauh (diatas 500 km).

Benarkah demikian ?

Tol laut dan rel ganda memang akan menciutkan share jasa trucking. Akan tetapi moda pengiriman barang lewat laut dan kereta api hanya bisa memberikan layanan station to station atau port to port. Sementara untuk layanan door to door pihak penyedia jasa tak kan mampu melakukannya. Hanya jasa trucking yang mampu memberikan layanan seperti itu.

Oleh sebab itu, meskipun tol laut dan rel ganda terealisasi tak akan menggerus ceruk bisnis trucking. Mereka bisa bersinergi untuk jalur pendek, dari station to door atau dari port to door.

Dengan kata lain, tak ada pilihan bagi pemerintah untuk tetap mengajak pihak swasta pemangku kepentingan untuk bekerja sama, bersinergi dan saling mensupport.

Sinergi yang baik, transparansi dan akuntabilitas adalah kuncinya. Agar biaya logistik di Indonesia bisa ditekan serendah mungkin.

@lambangsarib

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY