TPK Koja Komitmen Jaga Kelancaran Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok

0
349
ilustrasi truk barang (beritasatu.com)

Jakarta – (suaracargo.com)

Terminal Petikemas Koja (TPK Koja), Jakarta Utara berkomitmen tetap menjaga kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai objek vital nasional. Hal itu dilakukan karena TPK Koja ingin ikut berpartisipasi untuk menyelamatkan perekonomian nasional dari perlambatan serta ekses negatif yang timbul dari faktor internal dan eksternal.

“Sekitar 60% arus petikemas mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok. Jadi kalau arus di Pelabuhan Tanjung Priok terjaga, perekonomian nasional terselamatkan,” kata Ketua Serikat Pekerja (SP) TPK Koja Joko Suprayitno, dalam keterangan resminya, Senin (4/9).

Menurut Joko, pekerja di SP TPK Koja menyadari hal itu sehingga berkomitmen untuk bekerja ekstra melayani setiap kapal yang bersandar di pelabuhan. Kesadaran itu terutama muncul karena ingin mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan kelompok. “Persoalan ini tentu dilematis. Tapi katakanlah kami ikut mogok, tentu potensi kerugian yang ditimbulkan bisa jauh lebih besar,” lanjutnya.

Menyadari hal itu, lanjut dia, pihaknya mengakui adanya tambahan cakupan kerja mengingat pelabuhan yang dioperasikan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) sepanjang 720 meter mesti dialihkan ke TPK Koja yang mengoperasikan pelabuhan sepanjang 650 meter. “Memang cakupan kerja jadi dua kali lipat lebih besar, tapi kami sanggup bekerja ekstra,” paparnya.

Joko menilai penyesuaian dari tambahan cakupan kerja di pelabuhan itu sangat membutuhkan waktu baik jumlah personel SDM yang ada, pola traffic di lapangan, posisi penyandaran kapal agar pelayanannya dapat mencapai optimal. Untuk meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh managemen, TPK Koja dibantu oleh kantor Pusat IPC terkait proses penambahan jumlah tenaga kerja sekitar 90 orang dari lingkungan Pelindo II.

Selain itu, Joko menambahkan, TPK Koja juga berkomitmen untuk memberi pelayanan optimal kepada pelanggan internasional (shipping lines) serta konsumen secara luas yang berpatokan pada efisiensi serta peningkatan produktivitas. “Kami berharap tekad dan komitmen ini benar-benar memberikan manfaat yang luas bagi kepentingan perekonomian nasional,” ujarnya, seperti dilansir beritasatu.com.

Sebelumnya, Corporate Secretary TPK Koja, Nuryono Arief, menjelaskan kinerja TPK Koja sudah berjalan sesuai harapan. “Kami buktikan dengan pencapaian kinerja bongkar muat di dermaga utara yang sekarang sudah menunjukkan BCH (Box Crane per Hour) begitu juga dengan Vessel Operating Rate (VOR) sudah membaik, terus meningkat seiring dengan penataan lapangan sehingga proses bongkar muat menjadi lebih efisien dan tentunya berdampak kecepatan bongkar muat itu sendiri,” ujar Nuryono Arief.
Pembuktian kinerja produktivitas TPK Koja juga menjawab keraguan sejumlah pihak yang menyangsikan kemampuan perusahaan saat melayani limpahan dari PT JICT. “Kami bermaksud menjawab berbagai informasi yang beredar itu dengan pelayanan yang terbaik kepada para pengguna jasa pelabuhan khususnya di TPK Koja. Kami sangat mengerti kepentingan dari para pengguna jasa,” katanya.

Sejauh ini, Arief menegaskan, tugas yang diberikan kepada TPK Koja tersebut bisa dikerjakan dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama yan baik dengan semua pihak di lingkungan Tanjung Priok.

Arief juga menyebutkan, TPK Koja berada di peringkat satu dalam penerapan good corporate governance (GCG) di antara belasan anak usaha PT Pelindo II sepanjang tahun 2016 dan tahun 2015. Dalam penilaian tersebut, TPK Koja mendapatkan angka 82,03 untuk tahun buku 2016 dan angka sebelumnya atas nilai GCG kami di tahun 2015 adalah 73,81.

Sumber: Suara Pembaruan
Editor: M. Nahar

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here