TPS Bidik Throughput 2 Juta TEUs Tahun 2019

0
83
ilustrasi penanganan peti kemas

Jakarta – (suaracargo.com)

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), membidik throughput atau arus peti kemas sebesar 2 juta TEUs (twenty-foot equivalent unit) pada 2019.

Presiden Direktur TPS Joko Noerhudha mengatakan saat ini arus peti kemas di TPS mencapai 1,3 juta TEUs. Dengan kata lain, TPS membidik peningkatan throughput peti kemas sebesar 54% hingga akhir 2019.

Dia menerangkan peningkatan arus peti kemas juga dilakukan dengan menggenjot produktivitas. Saat ini, box move per hour (BMPH) mencapai 44 per jam.

Pada 2019, BMPH diproyeksi mencapai 60 boks per jam.

“Saat ini, kami sedang proses peremajaan beberapa alat dan elektrifikasi Rubber Tyred Gantry (RTG), sehingga harapannya target untuk 2019 dapat tercapai,” ujar Joko dalam siaran pers, Kamis (19/4/2018).

Berdasarkan informasi dari laman resmi TPS, jumlah container crane yang dioperasikan TPS mencapai 11 unit dengan 28 unit RTG. TPS juga mengoperasikan 18 unit forklift dan 80 unit head truck.

Pada 2017, TPS sudah mengoperasikan tiga unit Container Crane (CC) yang terbesar di Pelabuhan Tanjung Perak. Surabaya. TPS juga sudah memperdalam kolam dermaga internasional menjadi -13 LWS sehingga bisa melayani pelayaran langsung atau direct call. Sejak September 2017, TPS melayani direct call setiap pekan.

Joko menambahkan jika TPS juga mempersiapkan 16 pandu yang siap melayani pengguna jasa selama 24 jam dalam sehari. Kesiapan pandu ini diharapkan membuat pergerakan ship to ship lebih cepat.

Menurutnya, layanan pemanduan juga sudah dibuat online sehingga bisa dipesan kapanpun.

Sepanjang 2017, arus peti kemas ekspor-impor di TPS mencapai 1,3 juta TEUs atau meningkat 5,3% dibandingkan dengan kinerja 2016 sebesar 1,34 juta TEUs. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan kunjungan kapal internasional sejak Oktober 2017 yang tercatat lebih dari 90 call.

Di sisi lain, Pelindo III dipastikan bakal mengelola penuh TPS selepas kontrak dengan Dubai Port World berakhir pada 2019. Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Ari Askhara memastikan DP World tidak akan memperpanjang kontrak di TPS.

Dia menyebutkan pula bahwa perseroan akan menuntaskan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) 49% saham DP World sebelum kontrak berakhir pada April 2019.

“Jadi tinggal menunggu waktu saja,” ujar Ari kepada Bisnis.com.

Ari menyatakan nilai pembelian 49% saham TPS diestimasi mencapai Rp490 miliar. Jumlah tersebut setara 49% dari total nilai kontrak antara Pelindo III dengan DP World sebesar Rp1 triliun.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here