Transaksi di Pelabuhan Tanjung Priok Masih Pakai Dollar

0
354
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok terlihat dari ketinggian, Jakarta, Kamis (21/2). TEMPO/Tony Hartawan
Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok terlihat dari ketinggian, Jakarta, Kamis (21/2). TEMPO/Tony Hartawan

Jakarta – (suaracargo.com)

Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok, Ari Henryanto, mengatakan perusahaannya sampai sekarang masih bertransaksi menggunakan mata uang dollar Amerika Serikat. Tanjung Priok masih menunggu perintah dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), induk perusahaan, untuk mengganti transaksi ke rupiah. “Perubahan belum dilakukan,” kata Ari, Kamis, 12 Maret 2015, sebagaimana dilansir tempo.co.

Penggunaan dolar dalam perusahaan, dijelaskan oleh Ary, adalah karena mata uang tersebut lebih efisien. Efisiensi ini terkait belanja modal perusahaan yang hampir seluruhnya menggunakan dolar AS.

Rupiah, menurut Ary, bakal mempersulit belanja modal lantaran perusahaan harus merogoh kocek lebih dalam seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Perusahaan saat ini hanya bisa melakukan mekanisme lindung nilai atau hedging terhadap utang korporasi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengimbau badan usaha milik negara berpindah dari dollar ke rupiah ketika bertransaksi. Sebab, saat ini, angka depresiasi rupiah Indonesia sudah mencapai 6 persen, lebih tinggi dibanding ringgit Malaysia ataupun dollar Singapura. “Tolong patuh terhadap Undang-Undang Mata Uang,” ujar Bambang.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here