Transportasi Laut Minim, Warga Sumenep Kesulitan

0
596
Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur (VIVAnews/Veros Afif)
Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur (VIVAnews/Veros Afif)

Sumenep – (suaracargo.com)

Alat tranportasi laut adalah hal utama bagi warga kepulauan di Sumenep, Jawa Timur. Permasalahan alat transportasi laut di daerah ini bukanlah hal yang baru. Pasalnya, selama beberapa periode pemerintahan daerah, tidak ada terobosan baru untuk mengatasi permasalahan ini.

Pemerintah daerah memang memiliki kapal laut yang berjenis Ferry, namun karena merupakan kapal bekas, kualitas kapal itu sangat rendah. Pemerintah Kabupaten Sumenep hanya mampu membeli kapal bekas seperti Dharma Bhakti Sumekar 1 dan Dharma Bhakti Sumekar 2.

Minimnya fasilitas alat transportasi laut yang dimiliki Pemkab Sumenep berdampak pada sisi perekonomian warga pulau. Kemandekan perekonimian tersebut mengakibatkan tingginya biaya hidup di kepulauan ini.

Terlebih lagi, kedua kapal laut tersebut saat ini sudah tidak dapat maksimal melayani trayek perjalanan antar pulau. Keterbatasan itu diakibatkan karena kondisi kapal yang sudah tua. Selain itu, jadwal pemberangkatan kapal hanya dua kali dalam satu minggunya. Itu pun sering terganggu akibat kapal harus lama bersandar untuk diperbaiki. Hal seperti ini telah terjadi selama beberapa bulan, hingga sangat berdampak pada perekonomian warga pulau.

Abdul Rahman, warga Pulau Kangean, menjelaskan bahwa selama ini warga kepulauan selalu terkendala dari segi transportasi. “Sumenep ini kaya akan sumber daya alam, tapi kita (warga pulau) selalu terkendala dengan alat transportasi ini,” ucapnya sebagaimana dilansir news.viva.co.id.
Ketika tidak ada kapal yang berangkat, sebagian besar warga pulau terpaksa menggunakan perahu layar motor atau perahu tradisional. Kapal-kapal itu sebenarnya tidak layak digunakan karena tidak memiliki alat standar keselamatan berlayar.

Insiden karamnya Kapal Laut Motor (KLM) Jabal Nur ketika melakukan perjalanan laut, yang karam di antara perairan pulau Ra’as dan Situbondo, Jawa Timur beberapa waktu lalu, dapat menjadi peringatan bagi pemerintah untuk mengantisipasi terulangnya insiden tersebut. Pencegahan dapat dilakukan dengan memperhatikan alat keselamatan transportasi laut yang ada di setiap kapal.

Dul Siam, anggota DPRD kabupaten Sumenep, membenarkan kondisi ketersediaan transportasi antar pulau tersebut, “inilah pekerjaan rumah pemerintah daerah setempat,” ucapnya. Menurut Dul, dampak akan permasalahan alat transportasi tersebut membuat warga pulau terpukul. Selain itu, keterbatasan tersebut juga berpengaruh besar terhadap perekonomian warga kepulauan di Sumenep pada umumnya.

Warga pulau berharap agar pemerintah setempat dapat dengan segera mengambil langkah tegas agar permasalahan ini dapat segera teratasi.
Saat ini jumlah pulau yang ada di Kabupaten Sumenep tercatat sebanyak 126 pulau kecil, dimana yang berpenghuni ada sebanyak 48 pulau.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here