Tronton Pengangkut Pupuk Terguling di Jalan Antara Argopuro – Karangasem

0
129
Truk tronton pengangukut pupuk yang terguling di rute menuju Pelabuhan Ketapang (kompas.com/ira rachmawati)

Argopuro – (suaracargo.com)

Truk tronton pengangkut pupuk terguling di tanjakan perlintasan kereta api yang menghubungkan stasiun Argopuro dengan Karangasem. Lokasi kecelakaan tersebut, yang berada di Jalan Argopuro, adalah rute yang digunakan truk dan kendaraan besar dari dan menuju Pelabuhan Ketapang yang menghubungkan Jawa dan Bali.

Sugiyanto, penjaga perlintasan kereta api Argopuro, Selasa (18/7/2017), mengatakan, tronton yang dikemudikan warga Besuki, Situbondo, tersebut sempat macet sebelum melewati rel kereta api.

“Trontonnya macet terus ditarik sama truk lainnya melewati rel kereta api. Pas tanjakan talinya putus dan meluncur ke bawah kembali melewati rel terus menghantam slengsengan dan terbalik,” kata Sugiyanto.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan Jalan Argopuro pun terpaksa ditutup sementara.

Akibat kejadian tersebut, belasan kendaraan besar seperti truk tidak bisa melewati jalan. Badan tronton tersebut melintang tepat di tengah jalan yang hanya berjarak 5 meter dari rel kereta api.

Menurut Sugiyanto, sopir dalam keadaan selamat, hanya mengalami lecet di bagian tangan. Sopir juga sempat pingsan sebelum ditolong warga keluar dari bagian depan truk. Meski demikian, sopir yang masih belum diketahui namanya tersebut masih shock dan belum bisa memberikan keterangan lengkap.

“Untungnya tidak ngguling di tengah rel, soalnya ada beberapa kereta api yang akan melintas seperti Pandanwangi, Mutiara Timur dan Tawangalun,” jelasnya, seperti dilansir surya.co.id.

Sementara itu, beberapa sopir truk yang mengantre sempat gelisah karena harus menunggu lama untuk melewati Jalan Argopuro.

Salah satu sopir truk sempat membantu untuk menarik badan tronton dengan kendaraannya. Namun, usaha tersebut gagal karena posisi tronton berada di tanjakan.

“Hampir 4 jam lebih nunggu, truknya belum juga digeser. Katanya tadi pemiliknya masih nunggu kendaraan buat geser,” kata Anton, salah satu sopir truk yang mengantre.

Padahal dia harus segera menyeberang ke Bali karena membawa janur dan sayuran.

“Seharusnya jam 11 malam ini sudah hampir sampai Denpasar,” kata Anton.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY