Tunjukkan Keseriusan Kelola Patimban, Menteri Transportasi Jepang Kunjung Lokasi

0
376
Pelabuhan Patimban (jurnas.com)

Subang – (suaracargo.com)

Pemerintah Jepang memberikan perhatian serius terhadap rencana pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang. Menteri Transportasi Jepang (Minister of Land, Infrastructure, Transport and Tourism – MLITT), Keiichi Ishii melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan pelabuhan, Rabu 28 Desember 2016.

Pelabuhan Patimban adalah proyek strategis nasional yang membutuhkan total dana sekitar Rp 43,22 triliun. Pembiayaan sebagian besar berasal dari pinjaman pihak Jepang. Pelabuhan Patimban merupakan proyek pengganti Pelabuhan Cilamaya berlokasi di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanegara, Kabupaten Subang.

Menteri MLITT Jepang dalam kunjungan itu didampingi Wakil Menteri Bidang Teknik dan para pejabat tinggi di lingkungan MLITT Jepang, Duta Besar Jepang dan perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Dirjen Perhubungan Laut A. Tonny Budiono menargetkan, penandatanganan perjanjian pinjaman (Loan Agreement) proyek Pelabuhan Patimban dengan pihak Jepang dapat dilakukan pada bulan Mei 2017 yang akan dikoordinasikan Bappenas.

Saat ini berbagai proses perizinan pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat masih terus diselesaikan tepat waktu agar pada saat pinjaman dari Jepang disepakati maka pembangunan pelabuhan Patimban dapat dimulai.

“Kedatangan Pak Keiichi ke lokasi pembangunan Pelabuhan Patimban adalah untuk mendapatkan gambaran dan penjelasan komprehensif terkait rencana pelaksanaan pekerjaan pembangunan pelabuhan ini,” ujar Tonny.

Dikatakan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah resmi memasukkan proyek Pelabuhan Patimban ke dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah atau Bluebook dengan nilai pinjaman sebesar 1,7 miliar dolar AS.

Selanjutnya, pemerintah Indonesia akan melakukan negosiasi lanjutan dengan Jepang mengenai proyek tersebut, baik dari aspek teknis proyek, besaran pembiayaan, skema pembayaran dan lain sebagainya.

Di samping itu, Kementerian Keuangan dan Kemenhub juga akan menyiapkan anggaran guna mendukung proyek Pelabuhan Patimban tersebut, karena sebagian dana pembangunan juga ada yang berasal dari APBN dan Kerjasama Pemerintah – Swasta (KPS).

“Ke depannya diharapkan pelabuhan ini dapat memberikan alternatif akses laut terdekat dari kawasan sentra industri sekaligus melengkapi fungsi New Priok Port sebagai pelabuhan internasional.” tutur Tonny, sebagaimana dilansir pikiran-rakyat.com.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY