Underwater Sill Cegah Sedimentasi Pelabuhan

0
606
Ilustrasi pembangunan pelabuhan (Antara/Fiqman Sunandar)
Ilustrasi pembangunan pelabuhan (Antara/Fiqman Sunandar)

Yogyakarta -(suaracargo.com)

Pendangkalan alur pelayaran dan kolam labuh merupakan salah satu persoalan utama yang dihadapi beberapa pelabuhan di Indonesia. Terlebih pada dermaga yang dibangun menjorok ke area surf zone atau daerah antara gelombang pecah hingga garis pantai. Pendangkalan di kawasan tersebut terjadi akibat adanya angkutan sedimen sejajar pantai (longshore ttansport).

“Longshore transport adalah angkutan sedimen yang disebabkan oleh longshore current. Sebenarnya permasalahan pendangkalan di pelabuhan ini bisa diatasi dengan beberapa alternatif seperti memakai bangunan breakwater, metode pengerukan dan metode fluidisasi,” kata Tania Edna Bhakty ST MT saat ujian terbuka program doktor, Rabu (26/08/2015) di Fakultas Teknik UGM.

Seperti dilansir krjogja.com, promovenda (kandidat doktor) yang saat itu sedang mengikuti ujian doktoral tersebut mengatakan, bangunan underwater sill (UWS) dapat digunakan untuk menghindari dan mengurangi pendangkalan di pelabuhan. Konsep pengendalian sedimen dengan bangunan UWS adalah melindungi kolam-kolam labuh dengan bangunan UWS. Sehingga, sebagian arus yang membawa sedimen setinggi UWS akan terdefleksi sehingga tidak masuk ke area kolam labuh.

Bangunan UWS telah diterapkan di pelabuhan Kumamoto, Jepang dan pelabuhan PT Semen Gresik, Tuban. Sebagaimana dijelaskan dosen Fakultas Teknik Universitas Janabadra ini, penelitian terkait kinerja bangunan UWS dalam mengendalikan pola aliran menyusur pantai di lokasi kolam labuh perlu dilakukan. Pengendalian ini dapat digunakan memprediksi besaran sedimentasi yang akan terjadi di kolam labuh.

Dari penelitian yang dilakukan melalui model fisik dan matematik, rasio jarak vertikal mercu UWS ke muka air dengan kedalaman air dan rasio jarak horisontal UWS terhadap garis pantai dengan lebar surf zone cukup berpengaruh dalam mengendalikan arus menyusur pantai yang akan masuk ke kawasan yang dilindungi bangunan UWS.

Pengendalian arus menyusur pantai akan masuk kawasan yang dilindungi bangunan UWS juga dipengruhi rasio debit yang masuk ke kawasan yang dilindungi UWS dengan debit tanpa UWS dan konstanta pengaruh layout. Temuan lain memperlihatkan variable tinggi UWS, pengaruh layout dan jarak horisontal UWS terhadap garis pantai berpengaruh terhadap debit yang masuk ke kawasan dilindungi UWS.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here