Untuk Tekan Biaya Logistik, Menteri Rini Dukung Ekspor Langsung Balikpapan – Shanghai

0
128
industri.bisnis.com

Jakarta – (suaracargo.com)

Menteri BUMN Rini Soemarno mendukung program Direct Call Pelindo IV yang memperluas pelayanan ekspor langsung atau internasional direct call, rute Balikpapan – Shanghai, melalui terminal petikemas milik PT Kaltim Kariangau Terminal (anak perusahaan Pelindo IV), Senin (9/4/2018). Kegiatan ini untuk menghemat biaya logistik lebih dari 50%.

“Momen ini merupakan bentuk kehadiran BUMN untuk negeri yang menjadi pilar utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah Kalimantan Timur,” kata Menteri BUMN Rini M. Soemarno, dalam sambutan tertulis saat peresmian ekspor langsung di Terminal Petikemas PT KKT, Balikpapan seperti dikutip siaran persnya.

Rini meminta Pelindo IV terus menjaga komitmennya dalam hal pelayanan publik yang sangat berdampak pada penurunan harga logistik, efisiensi waktu, hingga dapat menumbuhkan ekonomi daerah dan nasional. Pemerintah daerah diharapkan bersama sama mensukseskan program ini dan dapat berkesinambungan serta terjadi peningkatan dari tahun ke tahun

Dirut Pelindo IV Doso Agung mengatakan sebelumnya, Pelindo IV juga telah melaksanakan direct call pada sejumlah pelabuhan yang dikelolanya seperti Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Sorong, dan Pelabuhan Bitung merupakan bagian dari program “International Direct Call” yang sudah dicanangkan Perseroan sejak 5 Desember 2015.

“Ini adalah langkah nyata Pelindo IV selaku BUMN dalam upaya peningkatan ekonomi, peningkatan ekspor dari Kawasan Indonesia Timur,” tutur Dirut Pelindo IV Doso Agung.

Sedangkan ekspor langsung perdana ke Shanghai dilakukan oleh PT Kaltim Kariangau Terminal (anak usaha Pelindo IV) dihadiri Deputy KSPP Meneg BUMN Ahmad Bambang, Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, pejabat daerah Provinsi Kaltim dan Kaltara, serta pejabat di lingkungan PT Pelindo IV. PT Kaltim Kariaangau nantinya akan menjadi Hub Internasional untuk wilayah Kalimantan Timur.

Untuk skala lebih luas, pelaksanaan direct call melalui Pelabuhan Balikpapan telah memberikan stimulus positif bagi perekonomian Kalimantan Timur dan sekitarnya.
Dirut Pelindo IV menyebut, ekspor langsung perdana dari Balikpapan ini dilakukan pihaknya bekerjasama dengan perusahaan pelayaran asal Hongkong, SITC, menggunakan kapal MV Meratus Tomini dengan rute pelayaran Balikpapan langsung menuju ke Shanghai, China.

Pada pelayaran langsung perdana ini, komoditas yang diangkut antara lain Coconut Fiber dan kayu olahan (Ply Wood) sebanyak 23 kontainer. Pada 26 Maret lalu PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) sudah melakukan pelayaran ujicoba menggunakan kapal milik SITC, MV Laila, yang berhasil mengangkut 18 kontainer berisi Ply Wood.

Salah satunya dengan menekan biaya logistik 300 – 500 USD per kontainer serta memangkas 50 persen durasi pengiriman komoditas ke sejumlah negara tujuan ekspor hingga waktu tempuh ekspor kurang 20 hari sehigga kwalitas barang bisa terjaga.

Saat ini, manajemen Pelindo IV telah merampungkan sejumlah proyek strategis dan siap beroperasi, antara lain; dermaga pelabuhan dan petikemas Ternate, Jayapura, Merauke, Biak dan Ambon.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here