Urai Antrian Kemacetan Truk, Kemenhub Izinkan Kapal LCT Beroperasi Hingga 31 Desember

0
321
ilustrasi kapal LCT (maritimedia.com)
ilustrasi kapal LCT (maritimedia.com)

Surabaya – (suaracargo.com)

DPD Organda Jawa Timur melaporkan bahwa antrean truk yang akan menyeberang ke Bali dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mencapai 30 kilometer. Hal ini merupakan dampak dari penghentian operasional kapal Landing Craft Tank (LCT) pada Senin (10/8) oleh Kementerian Perhubungan. Kemenhub akhirnya mengeluarkan keputusan pengaktifan kembali operasional kapal LCT hingga 31 Desember 2015.

Direktur Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Kemenhub Eddy Gunawan mengatakan, keputusan itu diambil untuk menjaga stabilitas kelancaran arus di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. “Pak Menteri tetap mewanti-wanti aspek keselamatannya tetap diperhatikan, tidak boleh mengangkut penumpang. Sebetulnya esensinya itu saja, LCT itu boleh kalau tidak mengangkut penumpang,” katanya, Rabu (12/8), seperti dilansir maritimedia.com.

Sementara itu, Wakil Ketua Organda DPD Jawa Timur Firmansyah menilai kapal LCT bermanfaat untuk menyeberangkan truk karena mampu membawa beban berat. Hal ini dikarenakan kondisi dermaga yang tidak mampu menahan bobot di atas 20 ton membuat kapal penyeberangan berukuran besar tak bisa bersandar.

Sementara itu, truk-truk yang datang selalu membawa muatan lebih dari 20 ton. Menurutnya, pengoperasian kembali kapal LCT menjadi cara satu-satunya cara untuk mengurai kepadatan angkutan barang di Pelabuhan Ketapang.

Dia juga menuturkan, truk yang biasanya menyeberang ke Bali pada pukul 02.00 dini hari, baru berangkat pukul 13.00 karena kapal LCT tidak beroperasi. Dia khawatir hal itu akan berpengaruh pada muatan truk yang didominasi oleh sayur dan kebutuhan pokok sehingga mudah rusak.

Kementerian Perhubungan akhirnya mengizinkan operasional kapal LCT hingga 31 Desember 2015. Ini kedua kalinya Kemenhub memberikan waktu toleransi pengoperasian kapal LCT. Sebelumnya, Kemenhub pernah menghentikan operasional kapal LCT pada 9 Mei 2015 dan menuai protes dari pengusaha kapal. Kemenhub akhirnya memberikan kelonggaran waktu hingga 11 Agustus 2015. Sementara itu, perizinan pelayanan kapal LCT di lintasan tersebut sedianya berakhir pada Januari 2017.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here