Wakil Ketua Komisi VI DPR RI: Percuma Bangun Pelabuhan Tanpa Percepatan Dwelling Time

0
315
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)
ilustrasi peti kemas (kompas.com/Heru Sri Kumoro)

Jakarta – (suaracargo.com)

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Azzam Azman, mengatakan permasalahan dwelling time harus segara diselesaikan pemerintah. Jika tidak, investasi memperbanyak jumlah pelabuhan justruakan menjadi hal yang tidak ada manfaatnya.

“Kalau masalah ini tidak terselesaikan, percuma Kalibaru yang investasinya Rp40 triliun yang diinvestasikan ini selesai dalam beberapa waktu lagi. Ini akan sama saja,” kata Azam di Ruang Rapat Komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Penyelesaian lamanya dwelling time masih menjadi agenda utama yang harus diselesaikan pemerintah. Sebab jika tidak, pelabuhan-pelabuhan baru pun akan mengalami kemacetan arus barang dan dokumen yang sama dengan pelabuhan yang ada saat ini.

Tidak hanya itu, Kementerian Perhubungan juga harus mengubah peraturan mengenai atuaran bongkar-muat yang masih diperbolehkan jika muatan belum mencapai 60 persen untuk tidak diambil pemiliknya.

“Ini perlu peraturan Menteri Perhubungan lagi untuk bisa langsung diambil agar tidak terjadi penumpukan area pelabuhan, ini harus diubah,” tambahnya, seperti dilansir okezone.com.

Selain itu, sambung Azam, proses izin di pelabuhan sudah sepantasnya menggunakan sistem elektronik dan tidak lagi menggunakan hard copy. “Satu atap ini belum berjalan. Ruhnya betul, tetapi kalau masih hard copy yang bergerak ini sudah harus elektronik. Hard copy ini adalah sumber segala permasalahan. Kalau sudah elektronik, sudah terkontrol. Di mana lambatnya bisa kelihatan,” tutupnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here