Waktu Tunggu Kapal di Pelabuhan Batuampar Hanya Dua Hari

0
519
ilustrasi pelabuhan (tempo.co)
ilustrasi pelabuhan (tempo.co)

Batam – (suaracargo.com)

BP Batam mengklaim masa sandar kapal dan proses bongkar muat di Pelabuhan Batuampar sudah mencapai dua hari. Waktu bongkar muat yagn singkat itu menjadi indikasi bahwa pelayanan di Pelabuhan Batuampar lebih baik dibanding pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia.

Direktur PTSP dan Humas BP Batam Dwi Djoko Wiwoho mengatakan, perbaikan layanan di Batuampar akan terus didorong. Saat ini, masa bongkar muat terus diperbaiki agar lalu lintas barang di Batuampar semakin cepat dan biaya logistik bisa ditekan.

“Di Batam masa sandar kapal maksimal hanya dua hari, kalau masa tunggu kurang dari sehari. Ini lebih baik dibanding rata-rata di Indonesia yang bisa sampai sembilan hari,” katanya di Batam, Jumat (27/2/2015), sebagaimana dilansir sindonews.com.

Menurutnya, mempersingkat masa sandar kapal sangat penting. Jumlah kapal yang melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batam yangm erupakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas itu sangat banyak. Hal itu juga untuk mempercepat pengiriman barang bahan baku produksi ke Batam ataupun ekspor barang hasil produksi ke luar Batam. “Waktu sangat penting. Jika masa bongkar muat di pelabuhan lama, maka akan berdampak pada ongkos tinggi,” ujar dia.

Namun, pihaknya juga sangat menyambut baik rencana Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membentuk gugus tugas (task force) untuk memperbaiki pelayanan di sekitar kepelabuhanan, termasuk memangkas masa sandar kapal di pelabuhan (dwelling time) yang saat ini antara 7-9 hari menjadi hanya 3-4 hari. Dasar dari langkah tersebut adalah laporan dari Komisi Ombbudsman RI mengenai buruknya pelayanan di sektor kepelabuhanan. “Keputusan tersebut akan memperbaiki sistem secara nasional. Jadi kami juga menyambut baik,” kata Djoko.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo di Jakarta mengatakan, akan mulai melihat kemungkinan apa saja langkah-langkah yang dapat diambil, baik berkaitan dengan administratif maupun fisiknya di lapangan dan apa saja yang pelu diperbaiki. “Kami akan menentukan langkah-langkah yang akan diambil dan memperbaiki apa saja yang dibutuhkan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Indonesia National Shipowner Association (INSA) Batam Zulkifli Ali mengatakan, saat ini kondisi lalu lintas di Batam sedang sepi sehingga antrean kapal juga tidak terlalu banyak. Dia membenarkan saat ini masa sandar kapal bisa mencapai dua hari. Dalam kondisi padat masa sandar bisa mencapai tiga hari lebih. “Sekarang kondisi sepi jadi kelihatan normal lalu lintas biasanya bisa sampai tiga hari empat hari untuk bongkar 1.000 ton saja,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Zulkifli, seharusnya BP Batam tidak mengacu layanan pelabuhan di daerah lain sebagai perbandingan dengan Batuampar. Seyogyanya, pelayanan di Pelabuhan Batuampar harus bisa mengimbangi layanan yang ada di Singapura dan Malaysia. Sebab, selama ini kinerja pelabuhan Batuampar masih dikeluhkan lamban karena layanan dermaga tidak maksimal sehingga berakibat banyaknya antrean kapal.

Meski demikian, INSA juga memperkirakan, dengan adanya Dermaga Utara Batuampar yang siap beroperasi, masa tunggu kapal nantinya akan bisa dipangkas. Dermaga Utara juga diharapkan akan menurunkan biaya logistik. “Ini bisa menambah arus kapal yang masuk ke pelabuhan jadi tidak perlu masa tunggu yang lama. Tinggal mengatur kegiatan di sana, jangan sampai sudah dermaga baru tapi untuk bongkar 1.000 ton saja bisa sampai empat-lima hari,” pungkasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here