Wapres: Indonesia Lakukan Berbagai Perbaikan Infrastruktur Untuk Pangkas Biaya Logistik

0
291
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) didampingi Ketua DPD Irman Gusman (tengah) dan Menteri Perindustrian Saleh Husin (kiri) bersiap memukul gong saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VII Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Bandung, Jawa Barat, 23 November 2015. (Antara/Novrian Arbi)

Jakarta – (suaracargo.com)

Pemerintah Indonesia saat ini telah melakukan berbagai perbaikan infrastruktur. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, perbaikan infrastruktur ini dilakukan untuk memangkas biaya logistik yang saat ini masih terlalu tinggi.

“Indonesia di samping mengekspor banyak komoditas, dan banyak negara tentu mengalami (cobaan krisis). Dengan penduduk 250 juta untuk hal tersebut memiliki risiko,” jelas JK dalam acara opening ceremony sidang tahunan IDB di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

“Karena itu kebijakan strategis diambil Indo antara lain mengutamakan pembangunan infrastruktur agar permudah logistik antar kepulauan ini,” lanjut JK, seperti dilansir okezone.com

Selain itu,lanjut JK, pemerintah saat ini juga telah memperbaiki sistem keuangan. Kebijakan ini dikeluarkan dalam beberapa paket kebijakan yang diharapkan dapat menarik minat investor.

“Memperbaiki sistem keuangan, mem-promote keuangan yang baik dengan tentu lebih efisien dengan bunga lebih murah. Memperbaiki birokrasi dalam negeri. Sehingga akan terjadi investasi menarik bagi investor. Tentu juga menjalin kerjasama perdagangan,” jelas JK.

Namun, lanjutnya, butuh waktu untuk menarik minta investor dengan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan saat ini. Kebijakan ini pun baru akan dapat dirasakan dampaknya dalam jangka panjang oleh pemerintah.

“Tentu hal ini punya dampak dan butuh waktu dan itu tentunya punya keuntungan baik di masa yang akan datang, tukasnya.

Pada saat yang sama, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro juga mengungkapan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Indonesia untuk menggaet investor. Diantaranya adalah mengubah sektor konsumsi menjadi investasi. Dengan begitu, diharapkan Indonesia akan dapat lebih mudah untuk mendapatkan sumber pembiayaan jangka panjang.

“Pendorong pertumbuhan yang sebelumnya konsumsi, saat ini telah kita ubah menjadi investasi,” tukasnya.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here