Wapres JK: Kereta Pelabuhan Tetap Dibutuhkan

0
345
Peti kemas saat dipindahkan yang terparkir di jalur yang sudah ditentukan di pelabuhan JICT, Jakarta Utara, Rabu (25/3/2015). Pelindo II mencatat waktu tunggu pelayanan kapal dan barang sudah mendekati target pemerintah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Peti kemas saat dipindahkan yang terparkir di jalur yang sudah ditentukan di pelabuhan JICT, Jakarta Utara, Rabu (25/3/2015). Pelindo II mencatat waktu tunggu pelayanan kapal dan barang sudah mendekati target pemerintah. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta – (suaracargo.com)

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, masuknya jalur kereta api ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta tetap dibutuhkan. Kendati demikian, Kalla mengakui bahwa keberadaan kereta api di Tanjung Priok tidak selamanya mengurangi biaya logistik pengangkutan barang.

“Tentu ada yang biasa mengurangi, juga ada yang tidak. Ya memang rencananya memang sudah sejak awal ada, walau dengan segala pertimbangan. Tetapi sekali lagi, kondisinya itu berbeda zaman dulu dengan yang sekarang, tidak bisa disamakan, tetapi tetap dibutuhkan,” kata Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (15/9/2015), seperti dilansir kompas.com.

Sebelumnya, PT Pelindo II selaku pengelola pelabuhan Tanjung Priok dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menjalin kesepakatan yang disaksikan oleh Kementerian Perhubungan untuk membangun jalur kereta api masuk ke wilayah pelabuhan, yang selama ini tertahan di Stasiun Pasoso.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli, salah satu penyebab lamanya peti kemas keluar dari pelabuhan adalah perselisihan dua badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Pelindo II dan PT KAI. Pelindo II, kata dia, menolak adanya jalur kereta api masuk ke Pelabuhan Tanjung Priok, yang membuat kontainer tak bisa segera cepat keluar.

Rizal juga sempat mengatakan akan menindak tegas Pelindo II apabila terus menolak adanya jalur kereta yang direncanakan KAI itu.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menilai pembangunan jalur kereta api ke pelabuhan tidak berkaitan dengan solusi penyelesaian dwell time. Menurut Jonan, masuknya kereta api ke pelabuhan memang bisa mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Pada dasarnya, jalur rel kereta tersebut akan lebih berguna jika diaktifkan kembali. Selain mempercepat arus pengiriman barang, jalur rel kereta tersebut akan berguna bagi masyarakat untuk memiliki pilihan transportasi yang beragam saat keluar dari pelabuhan.

Don't be shellfish...Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on FacebookPin on PinterestShare on LinkedInEmail this to someone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here